BRMP Sulut Perkuat Sinergi Lewat Audiensi Strategis dengan Ketua DPRD Sulut
MANADO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan kegiatan audiensi resmi dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut pada hari Kamis (23/4). Pertemuan ini menjadi langkah strategis lembaga teknis dalam memperkuat koordinasi antar instansi demi mendukung pembangunan sektor pertanian daerah. Kegiatan tersebut bertujuan membangun komunikasi intensif serta menyamakan persepsi dalam implementasi program kerja yang berorientasi pada kemajuan agribisnis lokal.
Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut, Steivie Karouw, memimpin langsung rombongan dalam kunjungan kerja tersebut. Ia didampingi oleh Ketua Kelompok Substansi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, Conny Manoppo, serta Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kerja Sama Layanan dan Penilaian, Supratman Sirih. Kedatangan jajaran manajemen BRMP disambut dengan hangat oleh pimpinan dan anggota legislatif di ruang kerja Ketua DPRD Provinsi.
Dalam sesi diskusi, tim BRMP menyampaikan berbagai program prioritas yang berfokus pada penerapan teknologi modern di bidang pertanian. Mereka memaparkan rencana kerja untuk peningkatan kualitas layanan publik serta penguatan sistem penilaian kesesuaian produk. Upaya ini dirancang khusus agar mampu mendorong peningkatan produktivitas lahan dan daya saing komoditas unggulan Sulut di pasar nasional maupun global.
Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiscus Andi Silangen, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan kerja keras yang dilakukan oleh BRMP. Ia menegaskan pentingnya sinkronisasi antara lembaga teknis pelaksana dengan badan legislatif pembuat kebijakan. Sinergi ini sangat diperlukan untuk merumuskan peraturan daerah yang tepat sasaran dan berpihak pada kesejahteraan petani serta pelaku usaha di sektor pertanian.
Fransiscus Andi Silangen juga menyatakan komitmen penuh DPRD untuk mendukung setiap upaya inovatif yang dilakukan oleh instansi teknis. Dukungan ini mencakup aspek regulasi, fasilitasi, serta pengawasan agar program modernisasi dapat berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Pihak legislatif siap menjadi mitra strategis dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Steivie Karouw menekankan bahwa audiensi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kerja sama antar lembaga negara. Komunikasi yang terbuka dan intensif akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan. Pertemuan ini juga menjadi wadah evaluasi dan perencanaan bersama demi percepatan pembangunan pertanian di Sulut.
Melalui kegiatan koordinasi ini, kedua belah pihak berharap dapat terbangun sebuah kemitraan yang berkelanjutan dan produktif. Diharapkan seluruh program modernisasi pertanian dapat diimplementasikan secara optimal dan menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Akhirnya, sinergi ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata berupa peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulut secara menyeluruh.